Bagikan link, dapat dolar

Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Kala Kau [Puisi biologi]

Kala Kau [Puisi Biologi] - Ini merupakan salah satu puisi abal-abal karya saya. Yah, maklumlah, saya pujangga kelas teri. Jadi, ya beginilah hasilnya. Sekedar mengasah berpuisi. Oya, puisi ini sebenernya puisi yang saya buat untuk mengikuti lomba puisi biologi yang diselenggarakan oleh salah satu Fanpage bergenre pendidikan, yaitu "Biologi Inside".. Tapi ya, belum beruntung., hahaha..

Yups, mari saksikan barisan puisi berikut ini.
Selamat Menikmati...


Kau yang begitu elok nan rupawan
Menimbulkan decak kagum manusia
Membuat jantungku berdetak tak karuan
Seolah jantung memompa dengan kekuatan penuh
Berdebur-debur

Kala kau mendekatiku
Seakan hormon adrenalin meningkat cepat
Sejenak mengacau sistem saraf pusat
Membuat bulu kuduk berdiri tegak

Kala kau menghampiriku
Secepat neuron menghantar impuls gerak refleks
Segera pembakaran maksimal
Kerahkan seluruh aktivitas sistem gerak
Untuk satu tujuan,
Langkah seribu

Kala kau tepat menghampiriku
Kala kau tepat di hadapanku
Kala kau tepat menyentuhku
Serasa jiwa ini melayang
Tak tau entah di mana
Tanpa seberkas cahaya

Karena kupu-kupu
Sebab aku mottephobia

puisi oleh: Rini Maya Sofa
Bandarlampung, 16 Agustus 2011

*mottephobia>> fobia kupu-kupu

+========================================.......
Demikianlah puisi KAla Kau [Puisi Biologi] dari saya. Semoga bermanfaat.

Salam semangat, ^_^

Yang Terkenang Dalam - Rindu

Yang Terkenang Dalam - Yah, mencoba menjadi seorang pujangga meski untuk merangkai kata menjadi sebuah puisi tidaklah harus menjadi seorang pujangga.

Yupss,, setelah lama tak merangkai kata menjadi puisi akhirnya terbitlah sebuah puisi "abal-abal". Puisi sederhana sekali dari ane.

Langsung aja, monggo disiimak, selamat menikmati puisi Yang Terkenang Dalam karya Rini Maya Sofa:



++=================================================================================================
“Yang Terkenang Dalam”
Tak ada ekspresi
plegmatis
penuh gejolak
dalam hati
.
Rasa yang tergebu-gebu
tak mampu menampakkan diri
,
bersembunyi
dalam
.
Tergurat senyum
seorang diri
meski aneh dikata orang
hati yang senang
hanya dia yang tahu
Untukmu,
mereka
yang terkenang dalam
”’_
 ============================
Puisi ini dipersembahkan untuk mereka yang terkenang dalam - rindu yang tak terungkapkan.


Gambar: 
Malam di Taman Kota , Lampung.
Rabu, 19 September 2012

Daftar Isi