Bagikan link, dapat dolar

Showing posts with label menulis. Show all posts
Showing posts with label menulis. Show all posts

Gasing Kuno [fiksi Prompt #10: Shioban dan Kereta Kuda]

writtten by: Rini Maya Sofa

“Ayah, kapan kita ke Animal Island?” tanya Shioban. “Semua teman-temanku sudah pernah ke sana. Hanya aku sendiri yang belum. Aku juga ingin melihat hewan sungguhan, bukan hanya sekedar gambar saja,” lanjutnya.

“Nanti, ya. Ayah sedang sibuk.”

“Ah, selalu saja sibuk,” gerutu Shioban sambil mengloyor pergi ke kamarnya. Selalu jawaban yang sama setiap ia minta ke kebun binatang satu-satunya di bumi ini. Di abad 37 ini, tak pernah ditemui hewan asli berkeliaran bebas. Hampir semua punah, sehingga Presiden Bumi

Program Ulang [fiksi Prompt #10: Shioban dan Kereta Kuda]

written by: Rini Maya Sofa
“Hei, sepi sekali rumahmu. Ke mana orangtuamu?”

“Mereka sedang pergi,” jawab Shioban pada sahabatnya. 

“Menggunakan kereta kuda?”

“Tidak. Mereka pergi menggunakan kereta kuda paman.”

“Berarti, kereta kuda orangtuamu di rumah. Dan, kita bisa ...,”

“Yupss,” potong Shioban. Mereka berjalan menuju halaman belakang. Di sana nampak kereta kuda hijau yang indah mempesona.

Si Ragil dan Rencana Kami [FF]


Monday FlashFiction – Si Ragil dan Rencana Kami
[written by: Rini Maya Sofa]

            “Pak, antarkan saya sekolah ya?” pinta si ragil.
“Itu, kan ada abang, ayuk. Minta abang atau ayuk mengantarkan. Siapkan kunci motornya. Bapak harus segera berangkat kerja,” jawab bapak yang sedang membereskan tas kerjanya.
Begitulah yang terjadi hampir setiap harinya. Si ragil hampir selalu bangun siang dan minta diantar karena SMP-nya masuk pukul 7.15.
***
 “Hey, dengar. Si ragil lagi-lagi bangun kesiangan. Sepertinya hari ini kita harus benar-benar memberinya pelajaran. Masak setiap hari maunya bangun siang terus!”

Cara Upload Jurnal Pendidikan Matematika Universitas Lampung

Cara Upload Jurnal Pendidikan Matematika Universitas Lampung - Pada Januari 2012 lalu terdapat surat edaran dari Ditjen Dikti tentang kewajiban publikasi karya ilmiah sebagai salah satu syarat lulus program sarjana. Karya ilmiah tersebut harus diterbitkan/ dipublikasikan jurnal ilmiah. Tidak harus terbit pada jurnal nasional (bagi sarjana program S1). Ketentuan ini berlaku mulai kelulusan Agustus 2012. Lebih jelasnya, berikut surat edaran tersebut.

Metamorfosis Kupu-kupu Desa Gedung Dalam

Metamorfosis Kupu-kupu Desa Gedung Dalam : Ini merupakan salah satu kisah kala KKN/PPL dulu (Juli 2012).  Yupps.. kenapa judul kisah ini Metamorfosis Kupu-kupu Desa Gedung Dalam? Karena proses metamorfosis kupu-kupu ini terjadi di Desa Gedung Dalam, Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur. Suatu tempat dimana saya menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di desa ini.  Mungkin ini merupakan salah satu pengalaman yang tak akan terlupakan. 

Green Canyon Asli Indonesia dari Ciamis

Green Canyon Asli Indonesia dari Ciamis - Suatu ketika saya melihat sebuah foto yang di-share oleh seorang sahabat, Erita. Pertama kali kulihat foto itu merupakan foto sebuah danau. Berikut fotonya.



Nah, bagaimana dengan Anda?
Ternyata itu bukan danau, tapi itu adalah sungai di salah satu tempat wisata alam di Ciamis. Sungai itu merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmit. Selain itu, daerah ini juga diapit oleh dua bukit, juga dengan banyaknya bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Kebetulan saat itu, sahabatku sedang menjalankan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Ciamis,. Kalau sudah di Ciamis tidak mampir ke tempat ini, wah rugi dongg.. :D Mampir juga ke jalan-jalan saya saat KKN di Lampung Timur, Juli 2012 kemarin, "Mencari Remis di Sungai Batanghari". 

Oya,  Sudah tahu apa nama tempat wisatanya? Yupss, Green Canyon.. Ini nama tenarnya sepertinya. Bukan Grand Canyon yah.. Hehe,, menurut kisahnya mengapa disebut Green Canyon karena airnya yang jernih kehijauan. Sebenarnya tempat ini punya nama asli yaitu Cukang Taneuh, yang artinya  “Jembatan Tanah.” Hal ini dikarenakan, di atas lembah dan jurang Green Canyon Asli Indonesia ini terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani di sekitar sana untuk menuju kebun mereka.

Green Canyon - Ciamis ini terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Tepatnya, jarak dari Kota Ciamis sekitar 130 km atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 km.

Beberapa waktu lalu saya menyaksikan liputan tempat wisata Green Canyon ini di stasiun televisi TVRI. Namun, sayang. Saat itu hujan baru saja turun, sehingga air sungainya nampak keruh kecoklatan. Walaupun demikian, tetap tak mengurangi pesona keindahannya. Jadi, saran saya, jika ingin berkunjung ke Green Canyon pilihlah hari yang cerah. Jadi, kita bisa lebih menikmati pesona keindahannya,, :D

Berikut, gambaran Green Canyon/ Cukang Taneuh yang saya dapat dari googling.




Lihat foto lainnya di sini

Demikian, catatan saya kali ini. Selamat menikmati Green Canyon Asli Indonesia dari Ciamis
Salam,

Bentuk Rupa Telur Nyamuk dalam Proposal Penelitian

Bentuk Rupa Telur Nyamuk dalam Proposal Penelitian - Ya.  Ini adalah proposal penelitian Biologi. Kok Biologi? Bukannya, kuliahnya di Pendidikan Matematika??? Yupss. Sebenarnya itu adalah salah satu tugas dalam mata kuliah BioLogi dasaR.

Sejak SMA, saya suka "melihara" jentik nyamuk dalam akuarium mini. Jangan Khawatir, akurium itu tertutup namun masih ada lubang udara. Dengan asumsi, ketika jentik nyamuk sudah berubah menjadi nyamuk, maka nyamuk-nyamuk itu tidak bisa melarikan diri dari akuarium mini itu.

Akuarium Mini
 
Ketika, sedang menangkapi atau menjaring jentik nyamuk, saya melihat ada lendir yang terombang-ambing di tepian permukaan air di drum penampungan. Penasaran, saya ambil lendir itu. Diameternya lebih kurang 0,4 cm dengan panjang kira-kira 0,5 - 1,5 cm. Pada lendir itu terdapat titik-titik orange atau merah bata (sepenglihatan saya) tersusun rapi, berjejer satu-satu membentuk garis spiral sepanjang lendir itu. Yang saya tidak tahu apa itu sampai sekarang.

Saya menyebutnya setiap satu lendir itu adalah satu koloni. Terkaan saya, ah, mungkin ini telur nyamuk. Muncul ide, lendir-lendir itu saya masukan ke dalam akuarium mini. Hari berganti hari. Pada lendir-lendir itu muncul serabut halus berwarna putih yang bergerak. Sementara, titik-titik merah bata itu sudah tak nampak. Dengan menajamkan penglihatan, ternyata dalam akurium mini itu banyak serabut halus tadi mungkin ada ratusan yang bergerak berenang ke sana kemari. Yang ukurannya sekitar 1 - 2 mm.

TUnggu ditunggu, serabut halus itu makin sedikit jumlahnya. Dan akhirnya tak tersisa satu pun. Entah apa yang salah. Mungkin karena saya kurang paham dengan seluk beluk kehidupan nyamuk.



Karena inilah, akhirnya proposal penelitian mata kuliah Biologi Dasar, mengambil tema nyamuk. Dengan bahasan Pembuktian Nyamuk Betina Adalah yang Menghisap Darah. Dengan asumsi, ketika nyamuk itu sudah menghisap darah apakah akan bertelur atau tidak. Jika YA, maka saya dapat mengetahui rupa bentuk telur nyamuk.

Untuk langkah-langkah eksperimennya mungkin saya tuliskan lain waktu. Demikianlah postingan Bentuk Rupa Telur Nyamuk dalam Proposal Penelitian.

Semoga bermanfaat.
Salam...

Di Pojok Layar Televisi

Aku dan Sahabat Disabilitasku - Khususnya bagi mereka penyandang tuna rungu. Bagi mereka mungkin dunia ini terasa sepi tanpa suara. Namun, mereka tetap dapat melihat warna dunia dengan segala keindahannya. Mereka dapat berkeliling dunia melalui melalui sebuah layar kaca. Televisi.

Jika diamati, stasiun televisi lokal (Indonesia) sekarang baik milik pemerintah maupun swasta belum menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang tuna rungu.

Mari, kita tengok ke belakang beberapa tahun silam. Mungkin, ketika masih jaman orba. Jamannya televisi hitam putih masih mendominasi. Salah satu stasiun televisi lokal milik pemerintah adalah TVRI. Setiap kali siaran berita, di pojok bawah layar televisi ada satu penyiar yang ukurannya lebih kecil dari penyiar utama. Penyiar itu khusus menyajikan berita bagi penyandang tuna rungu. Mengubah dari bahasa verbal menjadi bahasa isyarat yang dimengerti oleh mereka, tuna rungu, melalui gerakan-gerakan lincah tangan itu.

Kala itu, aku kecil merasa kagum dan unik pada pergerakan tangan penyiar khusus itu. Sampai-sampai aku mengikuti gayanya, meski tak paham maksudnya. Terkadang, ketika aku mengikuti gayanya dan dilihat kakak, maka aku dimarahi. “Apa kamu ingin seperti itu?!” jelas sekali kata-kata itu. Seketika, aku pun terdiam. Namun, setiap kali TVRI siaran berita, penyiar khusus itulah yang kunanti.

Sayang, tak ada lagi penyiar khusus yang nampang di pojokan layar televisi lokal masa kini. Yang ada hanya berita berjalan. Itu pun tak semua televisi menyediakan berita berjalan. Apalagi ketika sedang tayang sponsor. Tentu saja itu tak cukup bagi mereka penyandang tuna rungu.

Saya teringat ketika beberapa waktu lalu menonton sebuah film yang kisah di antaranya adalah seorang wanita penyiar berita khusus  yang menyampaikan berita menggunakan gerakan-gerakan kedua tangannya. Sementara dia adalah orang yang normal, tak berdisabilitas. Seketika, pikiran pun melayang pada gambaran penyiaran berita maupun program-program televisi lokal masa kini. Otakku berputar. Membayangkan ada penerjemah khusus di setiap pojokan layar televisi saat tayang sponsor, berita, film, dan di setiap program pertelivisian lokal. Bahkan, saat penayangan film impor pun kalau bisa juga ada penerjemah khususnya.

Harapannya, saya dapat kembali menyaksikan penerjemah khusus itu di pojokan layar televisi masa kini dan sampai kedepannya. Mungkin kepada para petinggi stasiun-stasiun televisi dapat menambahkan subjek penerjemah khusus di setiap program televisinya, khususnya program televisi yang positif dan mendidik. Kemudian, kepada perusahaan-perusahaan advertising juga mungkin dapat menambahkan subjek penerjemah khusus di setiap produk sponsor yang diproduksinya. Tanpa dukungan berbagai pihak tentunya harapan ini hanyalah sekedar harapan.

Terlepas dari itu semua, mari kita semua jangan tanamkan “Aku ini disabilitas” atau “Dia itu disabilitas” tapi tanamkanlah bahwa disabilitas adalah "Itulah kelebihan mereka, inilah kelebihanku". Tetap semangat untuk sahabat disabilitasku. Tetaplah membuat kagum dan tersenyum untuk semua sahabat.

Semoga bermanfaat. Salam,





Anak-anak Pemungut Bunga Kamboja #postcardfiction



#Postcard Fiction: Langit sudah menampakkan gurat merahnya. Iseng, dari jalan pagi, kucoba pulang melalui jalan berbeda yang baru pertama kulalui, menambah suasana baru. Aku terhenti kala melewati pemakamam umum. Nampak enam beberapa anak. mungkin berusia 6 – 7 tahun, tersebar merunduk berkantong plastik. Memungut putih-putih bertaburan di tanah merah lembab beraroma embun pagi. Beberapa kantong plastiknya terisi kamboja hampir setengah penuh. Ya. Mereka adalah pemungut bunga kamboja.

****

Cara Otomatis Menghilangkan Nomor Halaman Pertama di Microsoft Word

Cara Otomatis Menghilangkan Nomor Halaman Pertama di Microsoft Word  - Yupss, benar ini hanyalah sekedar catatan trik bagaimana menghilangkan nomor halaman pada halaman pertama di document Microsoft Word.
Mungkin sudah banyak yang tahu dengan trik ini. Namun, tak ada salahnya untuk menuliskan kembali. Irung-itung untuk mengasah dan berlatih menulis.. :)
Mari, Menulis... (^_^)/ 

Langsung saja…
Karena, saat ini saya sedang berstatus mahasiswa, mungkin saya bisa mewakili perasaan mahasiswa lainnya tentang tata cara membuat karya tulis ilmiah yang mudah itu bagaimana. Entah hanya sekedar tugas makalah dari dosen, mengikuti lomba karya tulis ilmiah, atau sedang mengerjakan tugas akhir (TA)/ skripsi.

Dalam kesempatan ini, saya menuliskan catatan tentang tata cara penulisan karya ilmiah khususnya dalam hal penomoran halaman. Perlu diketahui, dalam setiap penulisan karya ilmiah (makalah, skripsi, tesis, disertasi, dll) pasti terdapat:
BAB I – BAB II – BAB III – BAB IV – BAB V – dst…
Dengan ketentuan, halaman yang memuat judul bab tidak diberi nomor halaman namun tetap dihitung dalam penomoran.

Untuk memberi penomoran halaman di Ms. Word cukup mudah. Cukup klik menu Insert – Page number. Kemudian pilih sesuai selera: Top of Page atau Bottom of Page. Hasilnya adalah semua halaman mendapat nomor dan tampak. Lalu, bagaimana menghilangkan nomor halaman padalembar yang memuat judul BAB??

Bagi, saya yang kala itu belum tau apa-apa akhirnya menggunakan metode “ngakali”. Menggunakan apa yang ada. Tak ada rotan, akar pun jadi. Lalu, bagaimana caranya?

Yupss, kita hanya perlu menggambar sebuah bentuk: persegi, lingkaran, segitiga, awan, atau lainnya yang tersedia pada fasilitas menu  Insert – Shapes. Tidak perlu besar-besar, yang penting cukup untuk menutupi nomor halaman yang akan kita hilangkan. Selanjutnya, geser gambar bentuk itu ke nomor halaman yang akan dihilangkan sampai nomor halaman itu tak nampak. Gambar tersebut jangan lupa di-edit. Ubah gambar bentuk tersebut berwarna putih menyesuaikan warna halaman dan line color-nya berwarna putih atau No Outline pada pilihan Shape Outline.
Finally, nomor halaman pertama sukses dihilangkan.





Dan ternyata bukan hanya saya yang menggunakan metode “ngakali”  ini. Saya pun menjumpai skripsi (soft copy)sudah jadi dan terbit dalam bentuk hard copy yang juga menggunakan metode “ngakali”.

Suatu ketika, saya iseng mengutak-atik Ms.Word (harap maklum, terkadang saya hobi ngutak-ngatik). Tanpa sengaja saya menemukan cara simpel untuk menghilangkan nomor halaman pada halaman pertama. Ternyata, om Bill Gates telah memperhatikan tata cara penulisan karya ilmiah yang seperti ini, sehingga beliau menyediakan suatu fasilitas untuk memudahkan dalam mengatur penomoran halaman Ms. Word. Hehee.. Berikut caranya..
·         Setelah membuat nomor halaman (Insert – page number), aktifkan area nomor halaman (klik dua kali pada area halaman jika belum aktif)


·         Jika sudah aktif, maka akan tampil menu khusus “Desain” 

 
·         Cari pilihan ”Different First Page”. Beri centang pada kotak kecil di kirinya.

Sekarang cek halaman pertama lembar Ms.Word anda.
Bagaimana? :)


Sayangnya, cara ini tidak berlaku untuk halaman BAB yang berada selain di halaman pertama (sepengetahuan saya sementara, begitu). Jadi, disarankan untuk mempermudah pekerjaan, buatlah document Ms.Word yang berbeda untuk setiap BAB.

Demikianlah sedikit catatan saya kali ini tentang Cara Menghilangkan Nomor Halaman Pertama.
Semoga bermanfaat.
 
Salam,. :)

Someone Like You Versi Bahasa Indonesia

Someone Like You Versi Bahasa Indonesia - Yupss, Someone like you adalah lagunya Adele. Dari judulnya, sudah ketahuan pasti ini lagunya berbahasa Inggris. Benar sekali, siapa sih yang nggak tau lagu ini??
Hmm... yah, mungkin sebagian yang belum pernah denger yang belum tau lagu ini.

Karena saya lagi dan masih belajar bahasa Inggris, so, iseng saya terjemahin lirik lagu Someone Like You ini ke bahasa Indonesia.


Karena masih belajar, jadi hasilnya mungkin belum seberapa.
Laangsung saja, inilah lirik Someone Like You versi bahasa Indonesia.


Someone like you | Seseorang yang sepertimu
================================================

Aku dengar
Bahwa kamu menetap
bahwa kamu telah menemukan seorang wanita
Dan kamu sudah menikah sekarang.

Aku dengar
Bahwa mimpimu telah terwujud
Perkiraanku, dia telah memberimu sesuatu,
yang Aku tidak bisa memberimu

Teman lama,
Mengapa kau terlihat malu?
Bukan seperti kamu menahan 
atau bersembunyi dari cahaya

I hate to turn up out of the blue uninvited
Namun, aku tak dapat menjauh, Aku tidak bisa memperjuangkan itu.
Aku berharap kamu dapat melihat wajahku dan kamu mengingatnya
Bagiku, itu bukan akhir.

Tak masalah.
Aku akan menemukan seseorang yang sepertimu
Aku berharap tidak ada, namun inilah yang terbaik untukmu juga
"Jangan lupakan aku," aku mohon
"Saya akan ingat," kamu berkata
"Terkadang, itu akhir dalam cinta. Namun, terkadang itu malah menyakiti."
Terkadang, itu akhir dalam cinta. Namun, terkadang itu malah menyakiti.
yeah..

Kamu tahu bagaimana waktu menghilang
hanya kamarin
Itulah waktu hidup kita
Kita lahir dan berdiri
dalam sebuah kabut musim panas
Diikat oleh kejutan hari-hari mulia kita

I hate to turn up out of the blue uninvited
Namun, aku tak dapat tinggal, Aku tidak bisa memperjuangkan itu.
Aku berharap kamu dapat melihat wajahku dan kamu mengingatnya
Bagiku, itu bukan akhir.

Tak masalah.
Aku akan menemukan seseorang yang sepertimu
Aku berharap tidak ada, namun inilah yang terbaik untukmu juga
"Jangan lupakan aku," aku mohon
"Saya akan ingat," kamu berkata
"Terkadang, itu akhir dalam cinta. Namun, terkadang itu malah menyakiti."
Terkadang, itu akhir dalam cinta. Namun, terkadang itu malah menyakiti.
yeah..

Tak ada bandingan
Tak ada cemas atau peduli
Menyesal dan bersalah
Mereka adalah kenangan yang dibuat.
Siapa akan tahu, bagaimana suka dukanya rasa ini?

Tak masalah.
Aku akan menemukan seseorang yang sepertimu
Aku berharap tidak ada, namun inilah yang terbaik untukmu juga
"Jangan lupakan aku," aku mohon
"Saya akan ingat," kamu berkata
"Terkadang, itu akhir dalam cinta. Namun, terkadang itu malah menyakiti."
Terkadang, itu akhir dalam cinta. Namun, terkadang itu malah menyakiti.
yeah..

Terkadang, itu akhir dalam cinta. Namun, terkadang itu malah menyakiti.


=============================================================

Demikianlah, lirik Someone Like You versi bahasa Indonesia. Meski ada beberapa kalimat yang kurang jelas. Correct me iF I wRonG (CMIIW)

Semoga bermanfaat,
salam

12/12/12 Pendidikan Matematika '09B bersama Rinai Hujan

12/12/12 Pendidikan Matematika '09B bersama Rinai Hujan - Kenapa judulnya saya beri 12/12/12? Yups, karena secara kebetulan hari ini tanggal 12 Desember 2012. Sebenarnya tidak ada yang spesial dengan tanggal itu. Hanya saja kelihatan unik dengan susunan angka-angkanya.



Tanggal, bulan, dan tahun yang cukup unik. 12 – 12 – 12. Formasi tanggal yang unik dan langka. Terjadi hanya sekali dalam seratus tahun.
12 – 12 – 12 (1912)
12 – 12 – 12 (2012)  >>>> sekarang
12 – 12 – 12 (2112)  >>>>> selanjutnya
12 – 12 – 12 (2212)  >>>>> selanjutnya
Dan selanjutnya.

Untuk bertemu tanggal 12 – 12 – 12 harus menunggu selama 1 abad. Sedangkan, manusia saat ini jarang sekali yang umurnya hingga satu abad.

Seperti yang baru lewat, yaitu tanggal 10 – 11 – 12, mungkin juga di hari ini, 12 Desember 2012, banyak pasangan yang melangsungkan pernikahan (Tapi, entah juga. Karena hari ini, 12 Desember 2012 adalah hari Rabu, bukan Sabtu atau Minggu. Hari yang biasanya untuk melangsungkan pernikahan. Namun, siapa peduli.)

Yupss,, diluar itu semua, yang jelas, hari ini 12 Desember 2012, hari yang tanpa disengaja, Kelasku melaksanakan foto kelas berseragam batik Lampung yang berwarna merah di tugu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UniversitasLampung (FKIP Unila) dan dilanjutkan kostum hitam putih beserta almamater di depan Gedung Rektorat Unila.

Sore itu, mendung sudah menggantung gelap. Namun, tak meluruhkan semangat kami untuk mengabadikan momen kebersamaan.

Formasi di tugu FKIP Unila sudah siap, namun apa daya, rinai hujan lebat lebih cepat datang, menyerbu kami semua.

Seketika, formasi bubar. Semua berlari berteduh di parkiran FKIP Unila. Hujan begitu bersemangat bersalaman dengan bumi. Hanya bisa memandang pertemuan mereka dari bawah atap seng, sembari sesekali mencoba bermain dan bersalaman dengan hujan.

Tak menyurutkan langkah kami, foto bertemakan parkiran motor pun jadi. :D
Satu jepret, dua jepret, tiga jepret, dan jepret-jepret foto selanjutnya. Cukup menghibur sembari menanti rombongan hujan berhenti turun dari langit. Namun, melihat mendung yang tetap menggantung seolah berkata bahwa hujan akan turun hingga malam..

Bukan tidak jadi untuk foto bersama di tugu FKIP dan Rektorat Unila, Tetapi, inilah rencana yang sedang tertunda.

Kembali ke 12 12 12. Bukan itu yang spesial. Tapi, momen kebersamaan hari ini bersama keluarga besar Pendidikan Matematika ’09 BUnila. Lengkap. Begitu indahnya kebersamaan. Rasanya, ingin selalu terus bersama. Namun, harus ingat, adakalanya kita harus berpisah (untuk sementara karena kita akan berjumpa lagi di lain waktu dan kesempatan <<<berpisah karena sudah sore menjelang malam. Saatnya kembali ke rumah masing-masing dan menanti perjumpaan esok hari di perkuliahan>>>)



Salam,




@parkiran FKIP Unila






Secarik Kertas Berabjad ABCDE

Secarik Kertas Berabjad ABCDE - Yupss,, hanya secarik kertas berabjad ABCDE. Mungkin begitulah tepatnya. Hanya sekedar catatan kecil tentang kisah si gadis kecil. Hanya sebuah cerpen dari penulis pemula seperti saya. Hehehee.. sedang belajar menulis cerpen yang baik.. :)

Berikut kisahnya, silakan dinikmati. Bagi para penulis, ditunggu saran dan masukannya.

>>>>>>



SECARIK KERTAS BERABJAD A-B-C-D-E

Mencontek: Aksi untuk Indonesiaku

Mencontek: Aksi untuk Indonesiaku – Sedikit catatan kecil dari saya yang disertakan dalam Aksi Untuk Indonesiaku  oleh Lintas.me.


“Ih, kamu mencontek ya??”
“Siapa bilang?”
“Itu, buku apa di laci?”
“Ssstt.. Kalau tidak begini, nanti nilai saya kecil.”
Ya. Itulah sedikit gambaran mencontek.
Mencontek. Kata yang sering kita dengar, terutama di bangku sekolah. Dari sekolah tingkat dasar sampai tingkat tinggi.

Biasanya, tujuan utama dari mencontek untuk mendapat nilai yang besar dan memuaskan. Tapi, apa benar, nilai besar yang diperoleh dari hasil mencontek akan terasa memuaskan?

Mungkin, sebagian orang yang tidak peduli dengan “proses” akan merasa puas-puas saja.
Namun, berbeda dengan orang yang menghargai proses. Mereka merasa hampa manakala nilai besar yang didapat merupakan hasil mencontek. Malah, bisa jadi mereka merasa menyesal telah membohongi diri sendiri. Saat teman-temannya mendapat nilai besar bukan dari proses yang jujur, sedangkan dia mendapat nilai kecil namun itu merupakan hasil kejujurannya, maka dia tetap merasa puas dan bangga.

Berikut merupakan kisah nyata dari seorang sahabat:
Seorang siswi SMA baru saja memperoleh daftar  nilai hasil Ujian Nasional (UN). Ada dua perasaan berbeda ketika melihat nilai terkecil Matematika 5,25. Memang, kala UN, matematika terasa sangat sulit. Dan Fisika juga sangat sulit kala itu. Nilainya cukup lumayan meski bukan nilai terbesar di daftar nilainya: 6,25. Muncul perasaan berbeda.
  • Menatap nilai matematika. Dia cukup puas. Meski nilai itu kecil, namun itu karena usahanya sendiri. Tak ada rasa menyesal melihat nilainya kecil dibandingkan kawannya yang nilai matematikanya rata-rata diaatas 7.
  • Menatap nilai Fisika, ada perasaan aneh. Dia merasa itu bukan nilainya. Mengapa? Karena Kala UN berlangsung, dia merasa kesulitan menyelesaikan soal demi soal. Selanjutnya, ada seorang kawan yang memberikan jawaban padanya. Dan dia menerimanya. Kini, dia merasa telah membohongi dirinya sendiri akan nilai fisika tersebut. Dia acapkali berfikir, seandainya UN fisika itu dia kerjakan sendiri, bagaimana hasilnya? (note: Selain Fisika, semua mata pelajaran UN dia kerjakan dengan usahanya sendiri. Saya sangat percaya itu, karena saya tahu seperti apa sahabat saya ini)

Seorang dosen saya sering berpesan berulangkali tanpa bosan: “Cobalah untuk jujur pada diri sendiri dan malu jika mencontek”
Sederhana, namun sangat mengena dan harus ditanamkan dalam-dalam pada diri kita sendiri.

Marilah biasakan mulai dari kecil untuk selalu jujur. Bukan hanya jujur lisan namun, juga jujur perbuatan.

Siapa yang untung jika kita jujur tidak mencontek? Tentu saja diri sendiri. Orang lain akan mengikuti merasa diuntungkan dengan kejujuran kita.

Marilah tinggalkan mencontek. Jika belum bisa, mulailah sedikit demi sedikit, perlahan tapi pasti. Bersama, kita bisa. Untuk diri sendiri dan untuk Indonesia yang lebih baik.

Demikianlah, sedikit catatan kecil dari saya yang berjudul Mencontek: Aksi untuk Indonesiaku

Semoga bermanfaat.
Salam,


Daftar Isi