written by: Rini Maya Sofa
“Hei, sepi sekali rumahmu. Ke mana orangtuamu?”
“Mereka sedang pergi,” jawab Shioban pada sahabatnya.
“Menggunakan kereta kuda?”
“Tidak. Mereka pergi menggunakan kereta kuda paman.”
“Berarti, kereta kuda orangtuamu di rumah. Dan, kita bisa ...,”
“Yupss,” potong Shioban. Mereka berjalan menuju halaman belakang. Di sana nampak kereta kuda hijau yang indah mempesona.